oil trading

okkots.com

okkots itu bukang kekurangang, melainkang kelebihang

Seminar Nasional itu diwarnai OKKOTS

Posted by cipu on Mar-23-2010

Saat OKKOTS terucap di Makassar dan sekitarnya, pastinya masih banyak yang maklum. Setiap hari kan OKKOTS sudah menjadi rutinitas dan berdetak tiap hari dalam keseharian masyarakat Makassar dan sekitarnya. Yup, OKKOTS is the music of my province. (plesetannya agak ga nyambung yah, hehehe).

OKKOTs kerap diasosiasikan dengan keterbelakangan, kampungan dan tingkat pendidikan yang rendah. Banyak yang berpersepsi bahwa para OKKOTS-ers mengidap sindrom OKKOTS karena mereka bukannya mendapatkan pelajaran Bahasa Indonesi yang baik dan benar saat masih di sekolah, malah mempelajari Bahasa Indonesia yang baik dan BUGIS. Anggapan tersebut memang ada benarnya, namun tak sepenuhnya benar. Toh, banyak kok kalangan akademisi yang sering OKKOTS. Coba perhatikan di ruang kelas atau ruang kuliah, terkadang dosen atau guru secara tak sadar mengucapkan sebuah kalimat dalam OKKOTS. Dulu, saya sendiri punya kebiasaan yang tak biasa, menghitung berapa kali guru saya OKKOTS, lalu mencocokkan hasil perhitungan saya dengan beberapa teman yang lain yang hobinya sama. Kurang kerjaan kan? Hehehehe, Saya setuju bagi yang menjawab IYA.

Ungkapan Cinta Daeng Becak yang Tertuang Dalam Ornamen Becaknya

Jadi ingat cerita dari seorang teman tentang temannya yang bernama Syarifuddin. Syarifuddin ini adalah seorang akademisi sekaligus praktisi. Kebetulan suatu hari dia  mendapat undangan mengikuti sebuah seminar Nasional di Bandung.

Syarifuddin pun memenuhi undangan ini. Setibanya di Bandara Soekarno Hatta, dia segera menuju ke Bandung. Sampai di hotel tempat perhelatan seminar, Syarifuddin segera menuju ke meja registrasi. Dia disambut oleh mbak panitia yang sedang sibuk mendaftarkan peserta yang sudah mulai antri.

Tiba gilirannya, Syarifuddin pun memulai proses registrasinya.

Syarifuddin : Saya mau registrasi Mbak

Panitia          : Baik Pak, nama Bapak siapa?

Syarifuddin : SYARIFUDDING, tidak pake huruf  “G” yah di ujuN….. (Kata Syarifuddin dengan gaya sangat meyakinkan).

Panitia          : Okeh, nama bapak SYARIFUDDING yah (mengecek daftar peserta sejenak). Maaf pak disini yang ada atas nama Bapak SYARIFUDDIN dari Makassar.

Syarifuddin : Nah itu dia. SYARIFUDDING kang? tidak pake G di ujuN. (masih dengan keyakinan seratus persen)

Panitia          : ????????(BIngung, tulisannya apa telinga saya yah yang salah)

Hehehehehe……..

Setelah membaca beberapa artikel tentang OKKOTS, mungkin banyak rekan-rekan yang sudah mulai mengerti tentang OKKOTS. OKKOTS umumnya memang terucap secara tak sengaja, tanpa maksud mengatakan sesuatu yang lucu atau dibuat-buat. Para pelaku OKKOTS kadang tidak sadar bahwa mereka melakukan OKKOTS jika tidak diberitahu.

Dalam praktek sehari-hari ternyata okkots tidak hanya terjadi dalam ucapan, namun juga dalam tulisan yang dapat dilihat melalui marak nya spanduk, pengumuman, pamflet yang bernuansa OKKOTS. Apalagi jika anda berkunjung ke Pusat Kota Okkots Dunia (Makassar, red), pasti anda akan menemukan sejumlah pengumuman okkots yang benar-benar menyalahi EYD (ya iyalah). Anda termasuk golongan orang-orang merugi jika berkunjung ke kota ini dan tidak menemukan tulisan Okkots.

Mereka yang Okkots dalam ucapan belum tentu okkots dalam tulisan. Namun, ada beberapa orang yang memang memiliki okkots perkataan dan tulisan sekaligus (Mereka yang patut dimasukkan dalam Museum Rekor Okkots). Yang mana yang lebih parah? Menurut hemat saya, tentunya mereka yang menulis dengan tulisan Okkots lebih parah dibanding mereka yang okkots nya hanya di perkataan saja. Kenapa? Karena okkots dalam tulisan berarti orang yang bersangkutan memang sudah mempresepsikan okkots dalam pikiran mereka. Sedangkan mereka yang hanya okkots dalam perkataan bisa jadi memiliki ejaan yang tepat di benak mereka namun mengalami kesulitan dalam melafalkan ejaan yang benar.

Hal ini sering saya alami dan saya dengar melalui cerita teman dan keluarga. Ada beberapa anggota keluarga saya yang memang mendapatkan anugerah berupa okkots perkataan sekaligus tulisan (padahal kakek dan nenek kami tidak okkots, lho). Saya benar-benar tidak habis pikir kok ada anggota keluarga yang terjangkit okkots tulisan yah. Herang Sayah Ckckckckck.

Apa yang salah dengan potoh ini?

FACEBOOK STATUS

Saya jadi ingat ketika kami balas-balasan komen di FACEBOOK menjelang lebaran tahun lalu

STATUS SEPUPU 1: Ayooooo…. siapa siapa sepupu yang mau diisiin pulsa…

KOMEN:

Sepupu 2 : Sayaaaaahhhhh, bagi dong pulsanya….

Sepupu 3: Saya mau, ini nomer saya 081343******

Sepupu 4: Pulsa 50 ribu yah buat saya….. :D

Sepupu 2: Saya 100 ribu yah :D

Sepupu 5: Saya diuangkan saja yah…. Hehehehehe

Sepupu 6: Saya juga diuangkan saja. Asal jangan UAN ROBET (Maksudnya Uang Robek)

Dan komen pun tidak terhenti sampai disini, Si Sepupu 6 yang masih duduk di bangku SMP harus puas dengan celaan bernada OKKOTS dari kami, sepupu-sepupu nya yang tidak okkots ini.

WC AJAIB

Seorang sepupu saya juga pernah melintas di sebuah jalan Veteran di Makassar, di samping sebuah WC Umum ada tulisan:

“dilaran kencin dan berat disini , yang kencin disini = anjin..!!”

Anybody wants to help me translating this sentence?