oil trading

okkots.com

okkots itu bukang kekurangang, melainkang kelebihang

Belajar okkots Bagian 3

Posted by cipu on Feb-16-2010

Setelah mengetahui tentang okkots N dan NG serta okkots K dan T, saya ingin mengajak teman-teman semua untuk menambah pengetahuan grammar okkots. Untuk postingan kali ini, kita akan mencoba melihat bentuk okkots level menengah. Menurut hemat saya, OKKOTS N dan NG masih merupakan bentuk okkots ringan dan mudah ditemui dalam percakapan sehari-hari di daerah Bugis Makassar. Namun, OKKOTS K dan T saya kategorikan sebagai OKKOTS menengah karena pengidap OKKOTS ini tidak sebanyak pengidap OKKOTS N dan NG.

Selanjutnya, yang ingin saya perkenalkan adalah keluarga baru OKKOTS, yang saya sebut sebagai okkots N-M-NG. Kenapa disebut demikian? Karena ternyata dalam OKKOTS menengah jenis ini, bukan hanya posisi N dan NG yang sering tertukar-tukar namun ada juga huruf M yang sering tertukar dengan N dan NG begitupun sebaliknya. Okkots M-N dan NG ini tidak terlalu banyak terdengar, maklum yang mendominasi di Makassar dan sekitarnya dalah OKKOTS N dan NG.

Agar lebih mudah dimengerti, saya akan berikan sedikit contoh.

Kata Celana Dalam, bisa bermetamorfosis sempurna menjadi Celana Dalan atau Celana Dalang.

Kata “bukan”, berubah menjadi “bukam” atau “bukang

Kata “Serang”, bisa menjadi “seran” atau “seram“.

Kira-kira bisa dimengerti kan?

Well, let’s move on to the stories.

Story 1.

Cerita ini adalah cerita di kelas pelajaran olahraga ketika saya SMA. Kelas sedang senyap karena sang guru memberikan teori tentang cara berenang. Jangan harap anda akan menemukan gaya teri kelelep atau gaya paus mabok, seperti yang diceritakan Mila dalam blognya. Tapi, si guru memberikan langkah langkah berenang gaya bebas. Kami serius memperhatikan karena rata-rata teman di kelas bisa berenang tapi pake gaya banjir. Yang membuat saya tak bisa benar-benar konsen adalah kalimat si Guru Olahraga yang bertabur OKKOTS.

“Jadi, nanti sebelum berenam, harus pemanasang dulu yah!”

Saya tertegun sejenak, “Bukannya sebelum berenam harusnya berlima dulu,” jyaaah si Guru yang mau bilang berenang malah jadi berenam, kenapa nggak bertujuh berdelapan dan bersembilan aja sekalian.

Nah, yang paling parah adalah ketika si Guru Olahraga akan mengakhiri jam pelajaran olahraga hari itu:

“Nah sekian dulu hari ini, minggu depan kita ke kolaNG renaM“.

Nah loh….. Saya no comment, bener bener speechless.

Apa yang salah dengan gambar ini?

Story 2

Kali ini cerita tentang tiga orang ibu yang sama-sama membanggakan anak masing masing.

Ibu 1 : anak saya hebat loh, kerjanya di indovisiong.

Ibu 2 : Indovisiong itu tidak seberapa, anak saya lebih hebat lagi, kerjanya di Be-U-eM-eNG

Ibu 3: Anaknya kerja di Be-U-eM-eNG mana bu?

Ibu 2: di Telkong…….. (tersenyum jumawa)

Ibu 3 : Ah kalo cuman kerja di telkong, anak ibu  masih kalah sama anak saya.

Ibu 1 : Memangnya anak ibu kerja dimana?

Ibu 3 : di eL-eS-eNG don…..! (dengan gaya pede abis)

Ibu 2: di eL-eS-eNG itu kerjanya apa bu?

Ibu 3 : Anak saya berjuang membela HANG………

Ibu 1 dan ibu 2 : ?!?!??!?!?!??!?!?!

Nah bagi yang bingung dengan cerita 2 di atas, saya bantu yang dengan contoh perubahan kata karena glossary berikut menjadi sumber kelucuan di story 2 ini

Indovisiong, maksudnya indovision, layanan tivi kabel terkemuka di Indonesia

BUMN  –> Be-U-eM-eNG = Badan Usaha Milik Neng Geulis

Telkong, sebenarnya merujuk pada Telkom

LSM –> eL-eS-eNG = Lembaga Swadaya NGasyarakat

HAM –> HANG = Hak Asasi NGanusia.

Semoga bermanfaat teman. S E K I A N G

Belajar Okkots (Part 2)

Posted by cipu on Feb-11-2010

Setelah mengetahui salah satu bentuk OKKOTS di Postingan belajar OKKOTS yang pertama. Semakin banyak rekan-rekan non- Makassar yang makin fasih melafalkan OKKOTS dan memainkan akhiran N dan NG dengan baik. Two Thumbs Up for You, Dudes. Saya berpikir, sekaranglah saatnya kita mencoba menilik bentuk OKKOTS yang lain. Tapi, jangan anggap ini sebagai sebuah bab dari diktat kuliah yang membosankan, tapi anggaplah penjelasan ini sebagai hiburan.

Selain OKKOTS bentuk N dan NG, ada banyak bentuk OKKOTS yang lain. Kali ini saya akan menjelaskan mengenai bentuk OKKOTS K dan T. Umumnya, masyarakat Sulawesi Selatan juga banyak melakukan OKKOTS saat menemukan ada kata yang berakhiran K atau T. Jika sebuah kata berakhiran konsonan K, maka kadang dilafalkan menjadi T. Begitupun sebaliknya, Jika sebuah kata berakhiran T, maka kadang pelafalannya berubah menjadi K. Selain itu, bentuk OKKOTS K dan T yang paling simpel adalah dengan mengganti ujung kata dengan apostrof (tanda petik) –> ‘

Contoh:

Kata “semak-semak”, jika di-okkots-kan berubah menjadi semat-semat atau sema’-sema’ (pengucapan sema’-sema’ mengikuti huruf “Ain” tanwin dalam Bahasa Arab). :p

Kata “cantik”, jika di-okkots-kan bisa menjadi cantit atau bisa pula menjadi canti’.

Bagaimana OKKOTS K dan T terjadi dalam kehidupan sehari-hari? Saya ada dua cerita yang mungkin bisa membantu.

Story no.1

Sejak kecil, saya memang sudah terlatih untuk mengoreksi OKKOTS seseorang, meski saya sendiri kadang tak luput dari OKKOTS. Saya ingat betul saat saya masih SMA, kebetulan hari itu ada pelajaran olahraga. Saya dan teman-teman sekelas sedang berjemur di lapangan, siap siap untuk berolahraga. Sang Guru Olahraga mulai memimpin kegiatan pemanasan, beliau memberikan aba-aba yang kami ikuti.

Temang Temang SMA yan takkang Kulupakang

Guru Olahraga (GO) : Ayo, semuanya lakukan pemanasan…… (Guru ku ini tidak mengidap sindrom OKKOTS N dan NG)

Siswa (S) : (Bersiap-siap mengikuti aba-aba)

GO :  Ayo tangan direntangkan……….

S : (merentangkan tangan)

GO : Ayooo sekarang, otoK-otoK ditekuT

Saya kebingungan, mencoba memahami makna kata tersebut, saya sempat mengalami Krik Krik Moment selama beberapa detik, baru kemudian ngeh kalo ternyata yang dimaksud adalah OTOT-OTOT DITEKUK. Yang lebih mengherankan lagi, banyak teman sekelas saya yang serta-merta menekuk otot kaki mereka mengikuti aba-aba. Saya cuman bisa kagum dengan mereka. Mereka mampu menginterpretasikan sebuah perintah OKKOTS tanpa perlu berpikir lama, sedangkan saya sempat telmi beberapa saat. Salut deh buat teman-teman sekelasku.

Story no. 2

Ini adalah cerita nyata yang diceritakan langsung oleh sepupu saya yang cantik jelita bernama Mia. Ini terkait dengan bos nya yang memang OKKOTS nya gak ketulungan.  Setelah mengikuti meeting, si Bos bermaksud menegur Mia yang menurut nya berpola pikir sempit. Mia pun mendapat ceramah pagi pagi dari sang Bos:

“Kamu itu sebagai Karyawang harus kreatif. Kamu harus mencoba merubah mainseks mu”

Mia cuman bisa terbengong-bengong, gak ngerti kenapa dia disuruh merubah mainseks. Sepupu ku ini kan belom menikah. Setelah sempat melongo beberapa detik, Mia akhir nya baru sadar kalo yang dimaksud dengan mainseks adalah “mindset“. Oh Mai Got.

Mia pun bergegas menceritakan kejadian tadi ke Saya. Akhirnya, cerita Mia masuk ke http://okkots.com

Where does the term “OKKOTS” derive from

Posted by cipu on Feb-6-2010

Saat mencoba mendedikasikan website ini untuk Okkots, saya terus terang belum mengetahui mengapa orang-orang menyebut fenomena ini dengan kata OKKOTS, kenapa bukan kata yang lain?. Pertanyaan ini terus terngiang di benak saya.Rasa penasaran saya terjawab, saat salah seorang rekan dari milis BUGINESE memberikan pernjelasan ilmiah mengenai darimana kata OKKOTS ini berasal.

Darimana Istilah Okkots berasal?

Istilah okkots diserap dari salah satu permainan rakyat di Sulawesi Selatan. namanya main DENDE’ atau MAKKENJA’ , atau wilayah lain menyebutnya ENGKLEK. Ketika kaki yang melompat menyentuh garis, maka yang bersangkutan dianggap melakukan kesalahan.  Dalam permainan DENDE’ ini kaki harus ditempatkan pas di tengah kotak yang telah ditentukan, dan tidak boleh menyentuh garis. Kaki yang menyentuh garis depan (karena lompatnya kejauhan) atau garis belakang (karena loncatnya kurang jauh) dianggap salah. Kesalahan inilah yang kemudian disebut OKKO’.

Dende' / Makkenja' / Engklek.

Dende’ / Makkenja’ / Engklek

Penggunaan istilah OKKO’ pun mulai merambah ranah yang lain, tak hanya di ranah permainan anak saja, tapi juga ke budaya dan bahasa. Mereka yang mengucapkan atau menuliskan sesuatu sesuai dengan ejaan dan pelafalan yang semestinya dicap OKKO’. Selanjutnya, hal ini melebar dan jadi bahan tertawaan. OKKO’ kerap dialamatkan juga pada orang Bugis-Makassar yang berbicara menggunakan logat Jakarta sambil menampakkan mimik jagoan atau merasa lebih dari orang lain, namun dalam logatnya Jakarta nya si pelaku melakukan kesalahaNG yan Patal.

So, bagaimana OKKO’ bisa berubah menjadi OKKOTS?

OKKOTS  adalah bentuk modifikasi (dengan penambahan TS di ujuN) agar istilah ini terdengar dan terkesan berbeda (lebih keren). Alasan lainnya adalah pengucapan OKKO’ sendiri sudah merupakan sebuah bentuk OKKOTS, jadi biar gak OKKOTS, kata OKKO’ dirubah menjadi OKKOTS.Kan gak lucu kalo percakapannya menjadi begini

A : Kamu baru saja OKKO’ yah?

B : Lah kamu barusang OKKO’ juga.

A : Kamu yang OKKO’

B : Bukang saya kot, KAMU yang OKKO’

(dan perdebatan sengit pun berlanjut, semoga gak berakhir dengan perkelahian, hehehe )

Bahasan tentang apostrof dalam OKKOTS akan saya tuliskan pada belajar OKKOTS Part 2

*****************************************************************

Enough for the lesson. Sebelum menutup perkuliahan ini (cieeeeeh), saya akan berbagi sebuah cerita: Alkisah, ada seorang anak daerah bernama Beddu. Beddu ini memiliki otak yang cemerlang makanya bisa masuk di sebuah SMA elit di Makassar. Cuman, Beddu sering menjadi bahan ejekan mengingat logat daerahnya yang kental dan kebiasaan OKKOTS nya.

Dalam kelas Bahasa Inggris, Beddu diminta oleh Bu Guru untuk membacakan sebuah cerita untuk kelas Bahasa Inggris selanjutnya. Beddu sadar dirinya OKKOTS dan memiliki waktu seminggu untuk mempersiapkan diri. Untuk menghindari OKKOTS pada saat pembacaan cerita tersebut, Beddu pun banyak berkonsultasi dengan temannya yang English nya lancar. Selain itu, Beddu latihan setiap malam untuk melancarkan pronunciation dan  menghindari terjadinya OKKOTS.

Pada hari H, Beddu pun melaksanakan tugas nya, membacakan cerita ini di kelas. Seisi kelas hening karena mereka mencoba menyimak dan menghargai usaha Beddu yang ekstra keras agar tak OKKOTS. Kalimat demi kalimat dilantunkan dengan syahdu dan sempurna. Sampai kalimat terakhir, Beddu tidak melakukan kesalahan apapun. Seisi kelas tersenyum senang. Beddu selesai membaca tanpa okkots. Beddu pun ikut senang. Sambil berlagak bak pemenang, Beddu mengakhiri tugasnya sambil berkata:

“THE ENG”

Sontak seisi kelas tertawa terbahak-bahak karena pada akhirnya kebiasaan asli Beddu muncul, yah seharusnya Beddu bilang THE END, namun OKKOTS memang tidak dapat disembunyikan.

Well guys, that is the end of the story. Hope you enjoy it.

Acknowledgement:

  • Thanks to Pak Faried F. Saenong, salah seorang rekan milis Buginese yang juga merupakan Endeavour Int. PhD Fellow di Research School of Pacific and Asian Studies (RSPAS), Australian National University (ANU) – Canberra. Tanpa penjelasan Bapak, mungkin OKKOTS akan tetap menjadi teka-teki untuk saya dan sejumlah orang
  • Thanks to rekan-rekan milis Buginese Daeng Ancha Anwar, The Jin, Damran atas respon positifnya. Cerita kalian akan dimuat disini.
  • Thanks to Andri Pujikurniawati for the morning consultation

(Halah lagaknya udah kayak penulis tenar aja, hehehe)

PISS

Indikator Okkots

Posted by cipu on Feb-2-2010

Dalam pergaulan sehari-hari, mereka yang mengidap okkots terkadang dikucilkan atau dijadikan bahan olok-olokan. Beberapa teman saya malah mendapat julukan si Okkots karena sindrom okkots akut yang mereka miliki. But life goes on, right? Jangan sampai karena minder okkots, kita menjadi malu untuk bergaul.

Di sisi lain, saya juga bertemu banyak teman yang enggan mengakui ke-okkots-annya. Padahal jelas-jelas banyak diantara mereka yang mengalami kesulitan menempatkan N dan NG di tempat yang tepat. Award for the Okkots-ers

Nah, untuk mengetahui apakah seseorang okkots dan untuk mengetahui seberapa parah level okkots seseorang, saya punya cara tersendiri. Saya memiliki sebuah mantra yang harus dilafalkan. Mantranya adalah:

BANG BANG BANG TOLONG TEMPELIN BAN MOBIL GUA DONG BANG!!!

Mintalah rekan anda untuk merapalkan mantra ini. Perhatikan pelafalan di ujung setiap kata.

Tidak ada temankos  saya di Makassar yang bisa melafalkan mantra ini pada percobaan pertama. Malah ada yang melafalkannya menjadi: BAN BAN BAN TOLON TEMPELIN BAN MOBIL GUA DON BAN. Yeah, he missed all the Gs. Jyaaahhh

Ada juga yang sudah hampir sempurna tapi salah di ujuN:

BANG BANG BANG TOLONG TEMPELIN BAN MOBIL GUA DONG BAN!!!

Setelah beberapa kali percobaan, ada yang akhirnya berhasil melafalkan kalimat ini dengan sempurna dan dengan tajwid serta makharijul huruf yang benar. Namun, ada pula yang sampai sekarang tidak kunjung berhasil menyebutkan kalimat ini dengan sempurna.

Nah, sekarang mulai mudah bagi kita untuk menentukan seberapa tinggi tingkat okkots seseorang. Mari kita tinjau berapa kali mereka harus mengulang kalimat ini untuk dapat menyelesaikannya dengan sempurna.

Jika berhasil mengucapkan kalimat ini dalam sekali coba artinya yang bersangkutan tidak memiliki gejala okkots.

Jika dibutuhkan 2 – 10 kali usaha untuk berhasil mengucapkan kalimat ini, yang bersangkutan memiliki gejala okkots tingkat rendah. Artinya, dalam kehidupan sehari-hari, mereka yang masuk kategori ini beberapa kali melakukan okkots.

Jika dibutuhkan 11 – 20 kali usaha untuk berhasil mengucapkan kalimat ini, yang bersangkutan memiliki gejala okkots tingkat sedang. Artinya, dalam kehidupan sehari-hari, mereka yang masuk kategori ini lumayan sering melakukan okkots.

Jika dibutuhkan 21 – 50 kali usaha untuk berhasil mengucapkan kalimat ini, yang bersangkutan memiliki gejala okkots tingkat berat. Artinya, dalam kehidupan sehari-hari, mereka yang masuk kategori ini banyak melakukan okkots.

Jika rekan anda tak kunjung bisa mengucapkan kalimat ini dengan benar, artinya rekan anda termasuk OSELLA (okkots sejak lahir). Yang termasuk dalam kategori ini adalah manusia pilihan yang dianugerahi kelebihan okkots, dan okkots akan selamanya terucap secara konsisten.

Saatnya anda menguji diri sendiri dan meminta teman anda untuk mengucapkan kalimat ini. Good luck!!!

Pelajaran Okkots Bagian Pertama

Posted by cipu on Feb-2-2010

Mungkin rekan rekan non-Makassar belum begitu familiar dengan istilah OKKOTS. Bagi rekan Makassar sendiri, istilah ini pastinya sudah sangat tidak asing bagi kita. Maklum OKKOTS itu selalu dan akan selalu ngetrend di Makassar.

What is Okkots?

Okkots adalah sebuah ekspresi bahasa yang umum digunakan di Makassar dan sekitarnya. Okkots sendiri bisa berarti menambahkan, mengurangi atau mengubah konsonan di ujung sebuah kata. Bentuk okkots yang paling sering ditemui dalam kehidupan sehari-hari adalah Okkots “N” dan “NG”. Jadi, kata yang berakhir huruf “N” bisa menjadi “NG” begitu pula sebaliknya, kata yang berakhir huruf “NG” menjadi berakhir “N”. Namun, ada juga bentuk okkots yang lain yang akan dibahas pada postingan selanjutnya.

Sejarah Okkots.

Ini adalah hipotesa saya mengenai terbentuknya budaya OKKOTS. Dalam bahasa Bugis Makassar sehari-hari, kita tidak mengenal adanya akhiran N di ujung sebuah kata, umumnya kata dalam Bahasa Bugis Makassar diakhiri dengan NG. Contoh nya: tudang (duduk), masserring (menyapu), dangkang (menjual), mappabbiring (beres-beres rumah) dll.  Dan ketika Bahasa Indonesia mulai diperkenalkan, lidah orang Bugis Makassar yang terbiasa dengan NG, mencoba menyesuaikannya, namun alih-alih mampu menyesuaikan diri, yang terjadi malah kekacauan berupa kebingungan mengucapkan ujung setiap kata yang berakhiran N dan NG. Kira-kira begitulah asal muasal terjadinya OKKOTS.

Contoh:
Kata “makan” terkadang menjadi “makang” ==> penambahan konsonan “G” setelah huruf “N”
Kata “kandang” bisa berubah menjadi “kandan” ==> pengurangan konsonan “G”.

Jadi berikut ada beberapa cerita mengenai okkots, cerita-cerita dibawah ini ada yang nyata ada juga yang hanya rekaan semata untuk tujuan bercanda

Ada yang bisa menemukan yang salah di tulisan ini?

Mila and Makassar Driver:
Waktu itu Mila sedang berada di Makassar dalam rangka tugas kantor. Dan kantornya menyewa sebuah mobil untuk mobilitas Mila di Makassar. Dan inilah cuplikan percakapan Mila dan si Daeng pengemudi mobil:
Mila : Pak, sepertinya ban nya ada yang salah deh?
Daeng : Apanya Bu?
Mila : Ban nya Pak…..
Daeng : Ban yang mana Bu. Ban Danamong, Ban Mandiri atau Ban BNI….. (diucapkan dengan polos sambil konsentrasi menyetir)
Mila : ???!!!!??? (Pengen ngakak tapi gak enak sama si Driver).

Desperate Housewife and the Makassar Husband.
Cerita ini tentang seorang istri yang menggugat cerai suaminya yang orang Makassar. Pada saat persidangan, terjadi tanya jawab antara si Istri (I), Suami yang orang Makassar (SyoM) dengan Pak Hakimyang bukan orang Makassar (HyboM).
HyboM : Ibu yakin mau menceraikan suami ibu?
I : Yakin pak 100%
HyboM : Kenapa sih, ibu ngotot banget menceraikan suami ibu?

Karena masih gak rela digugat cerai istrinya, sang suami langsung membela diri tanpa memberi kesempatan istrinya untuk menjawab:

SyoM : Saya juga heran ini pak Hakim, kenapa istri saya mau menceraikan saya. Sudah saya GANTEN, banyak UAN, ada mobil KIJAN, apa lagi YAN KURAN?
I : Kurang huruf “G”, pak Hakim. (Dengan wajah pasrah).
HyboM : ??????? (Sepertinya pak Hakim BINGUN).

A Rock Band Addressing Their Fans
Sebuah band rock lokal sedang manggung di lapangan karebosi (salah satu landmark kota Makassar). Lapangan Karebosi sudah penuh dengan penonton saat band ini mulai manggung. Bermaksud menyapa para penggemar, sang vokalis mulai berkomunikasi dengan penonton dengan gaya yang jumawa.
Vokalis : SEMUANYA, MANA SUARANYA??? (terian kencang Sambil mengangkat tangan ke udara)
Penonton : *&^%***&^&^&*&*&^&^^% (semuanya berteriak lantang tak kalah garangnya)
Vokalis : BAGAIMANA YAN DI UJUUUUUUUUUUUN ???????
Penonton : (serentak dan kompak menjawab) AMAAAAAAAAAAAAAAAANG !!!!!

**********************************************************

Cerita di atas tidak dimaksudkan untuk mendiskreditkan orang Makassar. Saya sendiri asli Sulawesi Selatan, mulut dan lidah saya sudah beratus kali mengucapkan OKKOTS tanpa sadar. Dan saya bangga akan itu. Menurut saya, OKKOTS itu bukanlah hal yang memalukan melainkan suatu hal yang perlu dilestarikan.

Bagi rekan yang akan melancong ke Makassar, OKKOTS bisa dijadikan suatu bentuk wisata bahasa yang cukup menghibur selain wisata kuliner tentunya (Ikan bakar, coto makassar dan konro di Makassar sangat terkenal lho).

Akhir kata:
Saya bukan OSELLA (Okkots Sejak Lahir)
Namun Saya Manusia Biasa
Jadi apakah saya layak dihina
Karena Okkots sekali sahaja?